Kunjungan Asisten Menlu AS ke Jakarta Perkuat Komitmen Indo-Pasifik yang Bebas dan Terbuka

Wakil Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir berjabat tangan dengan Asisten Menlu AS Michael G. DeSombre dalam pertemuan bilateral di Jakarta, 11 Februari 2026, membahas kerja sama Indo-Pasifik
Di balik jabat tangan dan senyum diplomatik, ada kerja keras menjaga stabilitas kawasan. 🤝🌏 Asisten Menlu AS Michael G. DeSombre bertemu Wamenlu Arrmanatha Nasir dan Dirjen Strahan Kemhan Mayjen TNI Agus Widodo di Jakarta. Agenda utama: memperkuat kemitraan Indo-Pasifik yang bebas, terbuka, dan aman. Dari perlindungan warga negara hingga kesadaran domain maritim—semua dibahas untuk kepentingan bersama.
banner 728x90

Jakarta, 12 Februari 2026, Mediapewarta.com – Di tengah dinamika geopolitik kawasan yang semakin kompleks, Jakarta kembali menjadi persinggahan penting bagi diplomat senior Amerika Serikat. Michael G. DeSombre, Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk Biro Asia Timur dan Pasifik, melakukan kunjungan kerja ke Jakarta pada 11 Februari 2026. Dalam rangkaian pertemuannya, DeSombre berdialog dengan dua tokoh kunci pemerintahan Indonesia: Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir dan Dirjen Strategi Pertahanan Kementerian Pertahanan Mayjen TNI Agus Widodo.

Kunjungan ini bukan sekadar seremoni diplomatik biasa. Di tengah rivalitas kekuatan besar di Indo-Pasifik dan kebijakan luar negeri Presiden AS Donald Trump yang cenderung transaksional, lawatan DeSombre membawa pesan strategis: Amerika Serikat tetap berkomitmen menjaga stabilitas kawasan melalui kemitraan dengan Indonesia .

Pertemuan dengan Wamenlu Arrmanatha Nasir: Merawat Stabilitas dan Perlindungan Warga Negara

Dalam pertemuan dengan Wamenlu Arrmanatha Nasir yang akrab disapa Tata, DeSombre menegaskan bahwa kemitraan AS-Indonesia terus memberikan hasil nyata. “Kemitraan Amerika Serikat dengan Indonesia terus memberikan hasil nyata dalam mendukung keamanan Indo-Pasifik, stabilitas kawasan, serta perlindungan warga negara,” ujar DeSombre dalam cuitan resmi Kedutaan Besar AS di Jakarta .

Frasa “perlindungan warga negara” yang disebut DeSombre menarik untuk dicermati. Di era globalisasi, perlindungan warga negara di luar negeri menjadi isu krusial yang membutuhkan kerja sama bilateral yang erat. Ribuan warga AS tinggal dan beraktivitas di Indonesia, begitu pula sebaliknya. Kerja sama konsuler dan keamanan warga negara menjadi fondasi penting hubungan kedua negara.

Pertemuan ini juga membahas upaya memperdalam kerja sama bilateral di berbagai bidang. Menurut analisis para pakar, di bawah pemerintahan Prabowo Subianto, hubungan AS-Indonesia memang lebih didominasi oleh kepentingan ekonomi . Namun, kunjungan DeSombre menunjukkan bahwa dimensi keamanan dan stabilitas kawasan tetap menjadi prioritas yang tak terpisahkan.

Wamenlu Tata sendiri dikenal sebagai diplomat karir yang memahami dinamika Indo-Pasifik. Pertemuannya dengan DeSombre menjadi ruang untuk menyelaraskan persepsi kedua negara tentang tantangan kawasan, termasuk isu Laut China Selatan, keamanan maritim, dan arsitektur regional yang inklusif.

Pertemuan dengan Dirjen Strategi Pertahanan Mayjen TNI Agus Widodo: Fokus pada Kesadaran Domain Maritim

Pertemuan kedua DeSombre tak kalah strategis. Bersama Dirjen Strategi Pertahanan Kemhan Mayjen TNI Agus Widodo, keduanya membahas penguatan kerja sama pertahanan, dengan penekanan khusus pada maritime domain awareness atau kesadaran domain maritim.

“Kerja sama pertahanan dan kesadaran domain maritim merupakan elemen penting dalam kemitraan Amerika Serikat–Indonesia,” kata DeSombre .

Apa itu kesadaran domain maritim? Secara sederhana, ini adalah kemampuan suatu negara untuk memahami segala aktivitas di wilayah perairannya—siapa berlayar ke mana, kapal apa, membawa muatan apa, dan apakah ada potensi ancaman. Bagi Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan 17.000 pulau, kemampuan ini bukan sekadar kebutuhan, melainkan harga mati kedaulatan .

Kerja sama dengan AS dalam bidang ini mencakup pertukaran data, pelatihan personel, dan pengembangan teknologi pengawasan maritim. Namun, di balik kerja sama teknis ini, terdapat dinamika geopolitik yang lebih besar. Indo-Pasifik yang “bebas dan terbuka” (free and open Indo-Pacific/FOIP) menjadi kerangka strategis yang terus didorong AS bersama sekutu dan mitranya, termasuk Indonesia .

Mayjen TNI Agus Widodo, sebagai Dirjen Strategi Pertahanan, memiliki peran sentral dalam merumuskan kebijakan pertahanan jangka panjang. Pertemuan dengan DeSombre menjadi momentum untuk membahas langkah-langkah konkret memperkuat kolaborasi serta memajukan visi bersama untuk Indo-Pasifik yang aman dan stabil.

Memahami Konteks: Hubungan AS-Indonesia di Era Transaksional

Kunjungan DeSombre tidak bisa dilepaskan dari konteks hubungan AS-Indonesia yang semakin transaksional di bawah pemerintahan Trump . Setelah Trump memberlakukan tarif timbal balik 19% terhadap produk Indonesia pada pertengahan 2025, Jakarta merespons dengan konsesi perdagangan senilai lebih dari US$22 miliar .

Di sisi lain, AS juga menawarkan insentif lain. Dalam laporan Straits Times pada Januari 2026, disebutkan bahwa AS meminta Indonesia membeli drone pengintai maritim buatan AS sebagai bagian dari kesepakatan penurunan tarif . Meski permintaan ini menuai sorotan karena dianggap mencampuradukkan isu perdagangan dengan keamanan, hal ini menunjukkan bagaimana kerja sama pertahanan kerap menjadi bagian dari negosiasi ekonomi yang lebih luas.

Namun demikian, kerja sama pertahanan kedua negara tetap berjalan di jalurnya. Pada Februari 2026, TNI dan militer negara-negara Indo-Pasifik tengah mempersiapkan latihan bersama Super Garuda Shield 2026 melalui tahap Initial Planning Conference . Latihan multilateral terbesar di kawasan ini melibatkan 15 negara, termasuk AS dan Indonesia, dan menjadi bukti bahwa kerja sama militer tetap menjadi pilar penting hubungan bilateral.

Di bidang keamanan siber, AS dan Indonesia juga baru saja menandatangani komitmen penguatan kolaborasi dengan paket bantuan USD 10 juta untuk meningkatkan pertahanan siber Indonesia . Langkah ini penting mengingat ancaman siber dari aktor negara dan non-negara terus meningkat, termasuk potensi spionase dan serangan terhadap infrastruktur kritis.

Mengapa Kunjungan Ini Penting: Membaca Peta Indo-Pasifik

Bagi publik Indonesia, kunjungan pejabat asing seperti DeSombre mungkin terasa jauh dari keseharian. Namun, di balik pertemuan tertutup itu, tersimpan agenda besar yang dampaknya bisa dirasakan nelayan di Ambon, eksportir di Surabaya, hingga mahasiswa di Yogyakarta.

Indo-Pasifik adalah rumah bagi 60% populasi dunia dan menyumbang dua pertiga ekonomi global . Jalur laut di kawasan ini membawa lebih dari USD 5 triliun perdagangan setiap tahunnya. Ketika stabilitas kawasan terganggu—baik karena sengketa teritorial, pembajakan, atau konflik terbuka—semua negara terkena imbasnya, termasuk Indonesia.

Konsep Indo-Pasifik yang “bebas dan terbuka” yang terus didorong AS pada dasarnya menginginkan: (1) kebebasan navigasi dan penerbangan sesuai hukum internasional, (2) penyelesaian sengketa secara damai, (3) konektivitas ekonomi yang saling menguntungkan, dan (4) penghormatan terhadap kedaulatan negara .

Indonesia, dengan doktrin politik luar negeri bebas aktif, berada di posisi yang unik. Di satu sisi, Jakarta ingin menjaga hubungan baik dengan AS sebagai mitra dagang utama dan sumber alutsista. Di sisi lain, Indonesia juga tidak ingin terperangkap dalam rivalitas AS-China, dan tetap membangun kerja sama dengan Beijing, terutama di bidang investasi dan infrastruktur .

Kunjungan DeSombre dapat dibaca sebagai upaya AS untuk terus meyakinkan Indonesia bahwa mereka adalah mitra yang dapat diandalkan, di tengah persepsi bahwa Washington mulai menarik diri dari komitmen global . Bagi Indonesia, kunjungan ini menjadi kesempatan untuk menyuarakan kepentingan nasional: pengakuan terhadap arsitektur regional yang inklusif, penghormatan terhadap hukum laut internasional (UNCLOS), dan dukungan terhadap sentralitas ASEAN.

Tantangan dan Peluang ke Depan

Meski hubungan AS-Indonesia menunjukkan dinamika positif, sejumlah tantangan tetap membayangi. Di bidang pertahanan, kerja sama masih didominasi kegiatan simbolis seperti latihan bersama dan bantuan kemanusiaan, belum menyentuh transfer teknologi tinggi secara masif . Kegagalan kesepakatan pengadaan jet tempur F-15EX dari Boeing pada awal Februari 2026 menunjukkan bahwa kendala anggaran dan prioritas nasional masih menjadi penghalang .

Di bidang ekonomi, kebijakan tarif Trump yang tidak terduga membuat perencanaan ekspor Indonesia menjadi lebih rumit. Meski kesepakatan penurunan tarif telah dicapai, sifat transaksional kebijakan AS membuat Indonesia harus selalu waspada terhadap perubahan mendadak .

Namun, peluang tetap terbuka lebar. Dengan posisi geografis yang strategis, sumber daya alam melimpah, dan populasi besar, Indonesia adalah mitra yang tidak bisa diabaikan AS. Sebaliknya, bagi Indonesia, AS tetap menjadi mitra penting untuk menyeimbangkan pengaruh kekuatan lain di kawasan.

Kunjungan DeSombre yang hanya berlangsung sehari ini mungkin tak akan menjadi headline utama media.

Dirjen Strategi Pertahanan Kemhan Mayjen TNI Agus Widodo menerima kunjungan kehormatan Asisten Menlu AS Michael G. DeSombre di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta.
Kunjungan Asisten Menlu AS Michael G. DeSombre ke Jakarta (11/2) menegaskan komitmen Washington pada stabilitas kawasan.
🤝 Dengan Wamenlu Tata: bahas keamanan Indo-Pasifik & perlindungan warga negara.
âš“ Dengan Dirjen Strahan Mayjen Agus Widodo: fokus pada kerja sama pertahanan & maritime domain awareness.
Di tengah rivalitas global, dialog seperti ini krusial untuk menjaga Indo-Pasifik tetap terbuka

Namun, bagi mereka yang membaca peta geopolitik, lawatan ini adalah pengingat bahwa di tengah hiruk-pikuk politik domestik, diplomasi terus berjalan sunyi namun pasti—merawat kepentingan nasional, menjaga stabilitas kawasan, dan memastikan Indo-Pasifik tetap menjadi ruang bersama yang aman dan sejahtera.

Baca juga;

Polda Metro Jaya Selidiki Insiden Ledakan Misterius di SMAN 72 Jakarta

banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!