Kutukan yang Abadi
Bandung Bondowoso yang marah karena gagal memenuhi syarat Rara Jonggrang akhirnya mengutuk sang putri menjadi candi ke-1.000.
Menurut legenda ini, patung Dewi Durga yang berada di salah satu candi Prambanan adalah perwujudan dari Rara Jonggrang yang dikutuk. Sementara itu, Bandung Bondowoso meninggalkan kerajaan dan tidak pernah kembali.
Pesan Moral di Balik Legenda
Legenda ini mengajarkan kita tentang konsekuensi dari kesombongan dan dendam. Bandung Bondowoso, meskipun sakti, harus menghadapi kegagalan karena kesombongannya. Sementara itu, Rara Jonggrang, meskipun cantik dan cerdik, harus menerima kutukan karena dendamnya. Kisah ini juga menggambarkan betapa pentingnya **kejujuran** dan **kebijaksanaan** dalam mengambil keputusan.
Keunikan dari Legenda Ini
Berbeda dengan versi populer yang menceritakan Bandung Bondowoso sebagai sosok yang terpukul karena cintanya ditolak, legenda ini menekankan pada **konflik antara kesombongan dan kecerdikan**. Rara Jonggrang bukan hanya sosok pasif yang menjadi korban, tetapi juga seorang putri yang berani mengambil risiko untuk melindungi dirinya dan kerajaannya.
Candi Prambanan: Simbol Keagungan dan Misteri
Candi Prambanan, dengan arsitekturnya yang megah, menjadi saksi bisu dari legenda ini. Setiap tahun, ribuan wisatawan mengunjungi candi ini tidak hanya untuk menikmati keindahannya, tetapi juga untuk merasakan aura misteri yang menyelimutinya. Patung Dewi Durga di candi utama sering dikaitkan dengan Rara Jonggrang, mengingatkan kita akan kisah cinta dan kutukan yang abadi.
Legenda Putri Rara Jonggrang dan Candi Prambanan versi ini menawarkan perspektif baru yang kaya akan makna. Candi Prambanan bukan hanya sebuah keajaiban arsitektur, tetapi juga simbol dari cinta, pengorbanan, dan pelajaran hidup yang abadi. Setiap kali kita mengunjungi candi ini, kita diingatkan akan kekuatan cerita-cerita yang telah membentuk budaya dan sejarah kita.