Berita  

Momen Bersejarah di Vatikan: Bahasa Indonesia Jadi Bahasa Ke-57 Vatican News, Dubes RI: Ini Historic Moment

Bahasa Indonesia Resmi Tercatat sebagai Bahasa Ke-57 Vatican News

Momen bersejarah penandatanganan MOU bahasa Indonesia di Vatican News, dihadiri Dubes RI dan perwakilan KWI.
BREAKING: Bahasa Indonesia resmi menjadi bahasa ke-57 Vatican News! Umat Katolik Indonesia kini bisa mendengar suara Paus dalam bahasa ibu. Sejarah baru bagi Gereja di Indonesia!
banner 728x90

VATIKAN, Mediapewarta.com  – Sebuah babak baru dalam hubungan Indonesia dengan Takhta Suci Vatikan resmi terukir. Bahasa Indonesia kini menjadi bahasa ke-57 yang digunakan dalam layanan Vatican News, media resmi Takhta Suci. Keputusan ini membuka akses yang lebih luas bagi umat Katolik di Indonesia dan kawasan untuk mendengar langsung pesan Paus dalam bahasa ibu mereka.

Peristiwa bersejarah ini diresmikan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MOU) antara perwakilan Indonesia dan Dicastery for Communication (Dikasteri Komunikasi) yang berlangsung pada Rabu (25/3/2026) di Kantor Pusat Vatican News dan Radio Vatikan. Momen ini menjadi pengakuan atas pentingnya bahasa Indonesia sebagai salah satu bahasa yang digunakan secara resmi oleh media komunikasi Gereja Katolik sedunia.

Salindia 1 : Dari kiri ke kanan
Andrea Tornielli (Direktur Vatican News), Uskup Surabaya Mgr Tri Budi Utomo, Prefek Dikasteri Komunikasi Tahta Suci (Vatikan) Dr Paolo Ruffini dan Dubes RI Untuk Takhta Suci Michael Trias Kuncahyono.

Langkah Bersejarah di Jantung Gereja Universal

Vatican News, yang selama ini menyiarkan informasi seputar aktivitas Paus, Takhta Suci, dan kehidupan Gereja Katolik global, kini menyapa umat di Indonesia dan penutur bahasa Indonesia di seluruh dunia dalam bahasa mereka sendiri. Penambahan ini membawa makna yang jauh melampaui aspek teknis semata. Ini adalah pengakuan atas signifikansi Indonesia di mata Vatikan dan komitmen untuk mendekatkan pesan-pesan keagamaan kepada umat.

Sebelumnya, Vatican News tersedia dalam 56 bahasa dunia. Kini, bahasa Indonesia resmi menjadi yang ke-57, menempati posisi istimewa di tengah keberagaman bahasa yang dilayani oleh media resmi Takhta Suci tersebut.

Penandatanganan MOU di Kantor Pusat Vatican News

Prosesi penandatanganan nota kesepahaman berlangsung khidmat di Kantor Pusat Vatican News. Acara ini dihadiri oleh delegasi dari Dicastery for Communication, Komisi Komunikasi Sosial Konferensi Waligereja Indonesia (Komsos KWI), serta Duta Besar Republik Indonesia untuk Takhta Suci, Michael Trias Kuncahyono.

Kehadiran ketiga unsur ini menunjukkan dukungan penuh dari berbagai pihak, baik dari pemerintah Indonesia maupun hierarki Gereja Katolik di Indonesia, dalam upaya memperkuat keterhubungan dengan pusat Gereja universal.

KWI: Perayaan Persahabatan yang Abadi

Ketua Komisi Komsos KWI, Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas pencapaian ini. Menurutnya, momen ini bukan sekadar urusan administratif atau teknis semata.

“Ini adalah perayaan persahabatan yang abadi, pengakuan identitas nasional kita, dan penguatan jembatan iman antara Indonesia dan jantung Gereja universal,” ujar Mgr. Agustinus dengan penuh haru.

Ia menambahkan bahwa kehadiran bahasa Indonesia di Vatican News menjadi kabar baik yang nyata bagi umat Katolik di Indonesia dan kawasan sekitarnya.

“Ini membuka jalur langsung menuju informasi Gereja universal. Umat kini dapat mendengar suara Bapa Suci dalam bahasa ibu mereka sendiri. Tidak ada lagi sekat bahasa yang menghalangi pemahaman dan penghayatan iman,” tegasnya.

Dubes RI: Historic Moment bagi Indonesia

Duta Besar Republik Indonesia untuk Takhta Suci, Michael Trias Kuncahyono, turut menegaskan pentingnya momen ini dalam perjalanan hubungan bilateral Indonesia-Vatikan. Ia menyebutnya sebagai tonggak sejarah yang membanggakan.

“Ini adalah historic moment for Indonesia, khususnya bagi umat Katolik. Kita patut bersyukur bahwa bahasa Indonesia kini diakui dan digunakan secara resmi oleh media Vatikan. Ini menunjukkan posisi strategis Indonesia di mata dunia internasional, termasuk di kalangan Takhta Suci,” ungkap Michael Trias.

Ia juga berharap bahwa dengan langkah ini, informasi mengenai ajaran dan pesan Paus dapat diakses lebih mudah oleh umat di Tanah Air, sehingga semakin memperkuat kehidupan iman dan pemahaman akan dinamika Gereja universal.

Vatican News: Membuka Akses Umat dalam Bahasa Ibu

Dalam kesempatan yang sama, Prefek Dikasteri Komunikasi, Paolo Ruffini, menekankan pentingnya bahasa sebagai sarana pelayanan. Menurutnya, penggunaan bahasa ibu menjadi cara paling efektif untuk menjangkau umat secara lebih mendalam.

“Gereja berbicara dalam banyak bahasa karena Gereja hadir di tengah banyak bangsa. Setiap bahasa adalah cara untuk menyapa hati. Dengan hadirnya bahasa Indonesia, kami ingin memastikan bahwa tidak ada umat yang merasa jauh dari suara Bapa Suci,” ujar Paolo Ruffini.

Vatican News sendiri menegaskan bahwa kerja sama ini memungkinkan semakin banyak umat menerima pesan Bapa Suci dalam bahasa ibu mereka. Layanan ini akan mencakup berita harian, siaran langsung, artikel, hingga konten-konten khusus yang relevan dengan kehidupan umat Katolik di Indonesia.

Bahasa sebagai Jembatan Iman di Tengah Globalisasi

Di tengah arus globalisasi yang serba cepat, bahasa tetap menjadi jembatan paling fundamental untuk menyampaikan makna, nilai, dan pesan. Dengan masuknya bahasa Indonesia ke dalam ekosistem komunikasi resmi Vatikan, Indonesia kini memiliki jalur langsung menuju informasi Gereja universal.

Langkah ini juga mencerminkan posisi Indonesia yang semakin diperhitungkan dalam percaturan global. Sebagai negara dengan populasi umat Katolik yang cukup besar di Asia Tenggara, kebutuhan akan akses informasi dalam bahasa ibu menjadi sebuah keniscayaan.

Caption : KWI dan Diskatri Komunikasi Vatikan menggelar nota kesepahaman (MOU) penggunaan bahasa Indonesia menjadi bahasa ke57 di Media Vatikan di Kantor Pusat Vatican News dan Radio Vatikan, Rabu (25/3/2036)

Ke depan, diharapkan kehadiran bahasa Indonesia di Vatican News tidak hanya memperluas akses informasi, tetapi juga memperkuat keterhubungan umat Indonesia dengan Gereja universal di tengah dunia yang semakin terhubung. Bahasa Indonesia kini resmi menjadi bagian dari jembatan itu—menghubungkan jutaan umat dengan pesan iman, harapan, dan persaudaraan dari pusat Gereja Katolik dunia.

Baca juga ;

Bank Muamalat Digugat Karyawan Akibat PHK Sepihak, Mediasi Tripartit di Malang Sepi Peminat

banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!