BATANG, Mediapewarta.com – Kesibukan pagi warga Kabupaten Batang, Sabtu (17/1/2026), berubah jadi kepanikan dan kesedihan.
Rintik hujan yang tak henti sejak Jumat sore berubah menjadi bencana yang menyapu permukiman. Laporan dari lapangan yang dihimpun Mediapewarta menunjukkan, selain 7 rumah terdampak longsor, puluhan bahkan ratusan rumah lainnya terendam banjir dengan ketinggian mencapai pinggang orang dewasa.
Di Kelurahan Karangasem Utara, suasana mencekam terlihat jelas. Ratusan rumah terendam, aktivitas warga lumpuh total.
“Air datang sangat cepat, kami hanya bisa menyelamatkan dokumen penting dan mengungsi ke lantai dua atau ke tetangga yang lebih tinggi,” tutur Sari, salah satu warga yang diwawancarai tim Mediapewarta.
Aksi solidaritas pun segera bergulir. Selain tim gabungan TNI-Polri-BPBD, sejumlah relawan dari organisasi kemasyarakatan dan pemuda setempat turun langsung membantu evakuasi warga yang terjebak, mendistribusikan bantuan logistik darurat, serta mendirikan dapur umum. Titik pengungsian di Masjid Al Ikhlas menjadi tumpuan warga yang kehilangan akses ke rumahnya.
Wawan Nurdiansyah, sang Kepala BPBD, menyatakan kondisi darurat masih berlaku.
“Fokus kami adalah menyelamatkan nyawa. Data kerugian material akan menyusul. Yang penting warga aman dan terpenuhi kebutuhan dasarnya terlebih dahulu,” ujarnya. Ancaman longsor susulan masih mengintai di daerah perbukitan, membuat tim waspada penuh.
Bencana ini kembali menyoroti kerentanan sejumlah wilayah di Batang terhadap dampak perubahan iklim.

Warga berharap tidak hanya penanganan darurat, tetapi juga evaluasi dan perbaikan sistem drainase serta program penghijauan lebih serius dilakukan pasca bencana ini.














