KOTA BATU – Semangat pluralisme, keberpihakan pada kaum marginal, dan cinta tanah air yang diwariskan almarhum KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) kembali menyatu dalam gelaran Haul Gus Dur ke-16 di Kota Batu, Sabtu (4/1/2025).

Acara yang bertajuk “Dari Rakyat, Oleh Rakyat, Untuk Rakyat” ini bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan transformasi menjadi simbol kekompakan lintas organisasi, pemerintah, TNI, dan swasta, diwujudkan melalui kerja nyata dan program berbagi yang berkelanjutan.
Bertempat di Binal Kopoin Eco-Park, kawasan hijau yang sengaja dipilih sebagai bentuk keputusan strategis agar pesan kebangsaan Gus Dur menyentuh masyarakat lebih luas, acara dihadiri ribuan jamaah dari berbagai latar belakang. Yang membuat istimewa, haul kali ini diwarnai dengan penyerahan santunan rutin kepada puluhan anak yatim dan warga kurang mampu, sebuah aksi nyata yang diinisiasi kolaborasi unik antara Lanal Malang, Malang Tahes Club (MTC), dan PLN.

Laporan Panitia: “Mukjizat Kecil” dari Kerja Kolektif Warga Batu
Yuli Efendi Mas’ud (YEM), Ketua Panitia, dalam laporannya menyebut penyelenggaraan haul ini sebagai “mukjizat kecil” yang lahir dari semangat “podo teko” (sama-sama datang). “Seluruh perlengkapan acara adalah hasil kolaborasi warga Kota Batu, komunitas, ormas, dan jamaah sholawat.

Transformasi lokasi menjadi eco-park adalah keputusan strategis agar haul bisa dinikmati lebih banyak orang,” ujarnya penuh haru.

Ia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh unsur keamanan, termasuk Banser dan Kepolisian, yang telah menjaga kondusivitas acara.
Pidato Kebangsaan: Lima Jejak Gus Dur yang Abadi untuk Kota Batu
Rudi, Ketua Sarbumusi NU Kota Batu, dalam pidatonya merangkum lima jejak utama Gus Dur yang relevan bagi Kota Batu dan bangsa:
1. Pahlawan Nasional yang membuktikan kesalehan beragama tak terpisah dari cinta tanah air.
2. Bapak Pendiri Kota Batu, melalui tanda tangannya pada UU No. 11 Tahun 2001 yang mengesahkan Kota Batu menjadi otonom.
3. Ketua NU yang Visioner, yang menguatkan Nahdlatul Ulama bukan hanya sebagai organisasi keagamaan.
4. Mantan Presiden yang mengajarkan kekuasaan adalah alat untuk melayani.
5. Pelindung kaum minoritas dan tertindas, yang mewariskan semangat membela yang lemah.
“Teladan Gus Dur ini harus menjadi esensi yang diwariskan pada anak cucu kita di Kota Batu,” tegas Rudi.
Walikota: Cinta pada Gus Dur Diwujudkan dengan Surat Al-Fatihah Tiap Hari
Walikota Batu, H. Nurrohman, S.H., M.H., mengungkapkan kecintaannya yang mendalam pada Gus Dur. “Saya mencintai Gus Dur, maka setiap hari sejak beliau wafat, saya berkirim surat kepada beliau. Surat apa? Surat Al-Fatihah. Itu saya istiqamahkan,” tuturnya di hadapan hadirin. Ia menegaskan bahwa Kota Batu yang berdiri atas jasa Gus Dur harus menjadi kota yang mengedepankan persatuan. “Tidak ada kamus minoritas dan mayoritas dalam pikiran Gus Dur. Semua sama,” imbuhnya.
Kolaborasi Spektakuler: TNI AL, Komunitas Motor, dan PLN Gelar Santunan Rutin
Momen paling mengharukan adalah saat penyerahan santunan secara simbolis kepada puluhan anak yatim dan warga membutuhkan. Kolaborasi ini diprakarsai oleh tiga pihak:
1. Komandan Lanal Malang, Kolonel Laut (P) Agus Haryanto: “Ini merupakan simbolis dari santunan yang kami berikan. Kami secara rutin melaksanakan kegiatan sosial seperti ini setiap bulan di wilayah Malang Raya, sebagai wujud kepedulian TNI AL. Ke depan, kami juga akan mengembangkan ‘Plaza Jalesveva Jayamahe’ sebagai pusat kegiatan masyarakat untuk UMKM dan talenta pemuda.”
2. Perwakilan Manager PLN Malang, Agung: “PLN hadir karena komitmen untuk mendukung kegiatan positif. MTC sering menjadi yang terdepan dalam menyampaikan bantuan, seperti ke Aceh dan Sumatera Utara. Kami senang bisa berkolaborasi di acara yang penuh berkah ini.”

3. Presiden Malang Tahes Club (MTC), Yusron Virmanza: “Semangat berbagi ini yang kami junjung. Semoga dengan kolaborasi seperti ini, Kota Batu dan Malang Raya semakin hebat, makmur, dan sejahtera.”

Dukungan Penuh dari Aparat dan Tokoh Lintas Agama
Acara ini juga dihadiri dan mendapat dukungan dari:
· Bupati Malang, Dr. H. M. Sanusi, M.M. (diwakili): “Ini wujud kekompakan TNI, Polri, pemerintah sipil, dan elemen masyarakat untuk berbuat kebaikan. Harapannya, kegiatan positif seperti ini terus ditingkatkan.”
· Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Batu: Melantunkan doa lintas agama, menguatkan pesan toleransi Gus Dur.
· Seluruh tokoh agama (Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Konghucu) hadir, mencerminkan Kota Batu yang harmonis.
Rangkaian Acara Meriah: Dari Sholawat 40 Grup hingga Orasi Kebangsaan
Haul yang dimulai sejak pagi hari ini diisi dengan rangkaian acara padat:
· Gebyar Sholawat oleh 40 Grup Komunitas Terbang Jidor Putri Kota Batu.
· Istighotsah & Tahlil dipimpin Wakil Rois Syuriah PCNU Kota Batu.
· Penampilan paduan suara anak-anak ‘Saturasa’.
· Orasi Kebangsaan oleh KH. Marzuki Mustamar (Mantan Ketua Tanfidziyah PWNU Jatim).
· Karawitan dan penampilan kesenian lainnya.
Gelaran Haul Gus Dur ke-16 di Kota Batu sukses membuktikan bahwa warisan sang guru bangsa tidaklah usang. Ia hidup dalam kerja nyata, kolaborasi tanpa sekat, dan kepedulian yang berjalan rutin, mengukuhkan Kota Batu sebagai salah satu mercusuar penerus terang Gus Dur.














