ACEH – Proses pemulihan korban pascabencana banjir bandang hingga tanah longsor di Sumatera, hingga kini masih menjadi perhatian publik di media sosial.
Peristiwa yang terjadi pada akhir November 2025 lalu itu sebelumnya telah merusak sejumlah pemukiman warga di kawasan Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat.
Di tengah keprihatinan mendalam bagi publik Tanah Air, senyuman bahagia justru terpancar dari wajah para korban yang kembali menata kehidupannya.
Terlebih, bantuan kemanusiaan terus berdatangan untuk para korban bencana untuk memulihkan kembali semangat para korban melewati kesulitan pascabencana.
Sebuah video viral baru-baru ini, memperlihatkan senyum bahagia seorang ibu di Aceh yang menjadi pengungsi bencana banjir bandang.
Dalam unggahan Instagram @girlstorychat pada Jumat, 2 Januari 2026, terlihat ibu tersebut memakai pakaian dinas.
Tampak dalam video itu, seragam resmi itu merupakan atribut pakaian untuk anggota Persit Kartika Chandra Kirana, yaitu organisasi istri prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat.
“Uh menyala pakai baju persit,” ujar wanita itu sampai melempar senyuman ke arah kamera.
Dirinya menunjukkan juga ibu-ibu lainnya yang tengah membongkar donasi pakaian persit itu yang diketahui berasal dari para relawan.
“Berasa menjadi istri TNI,” demikian tertulis dalam unggahan tersebut.
Berkaca dari hal itu, penanganan bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera hingga kini terus dipercepat menuju pada fase pemulihan.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut, sejumlah wilayah administrasi setingkat kabupaten dan kota telah menetapkan status transisi darurat ke pemulihan.
BNPB: 6 Wilayah Menuju Arah Pemulihan
Secara terpisah, BNPB menjelaskan Pos Pendamping Nasional atau Pospenas yang dikoordinasikan BNPB merilis sebanyak 6 wilayah administrasi memasuki fase transisi darurat ke pemulihan.
Di sisi lain, 1 wilayah masih dalam proses penetapan pada status tersebut, yaitu Kabupaten Aceh Besar.
Sedangkan Provinsi Aceh, status tanggap darurat akan berakhir pada 8 Januari 2026.
6 wilayah dengan status transisi darurat ke pemulihan yaitu Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh Selatan, Subulussalam, Aceh Singkil, Kota Langsa dan Kota Lhokseumawe.
11 Wilayah Perpanjang Status Darurat
Dalam pernyataan resminya, BNPB juga menyebut 11 wilayah berada dalam status perpanjangan tanggap darurat.
11 wilayah yang berada pada status tersebut yaitu Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Tengah, Gayo Lues, Bener Meriah, Aceh Utara, Aceh Timur dan Aceh Tamiang.
“Melalui status transisi, beberapa wilayah bersiap untuk memulai proses pemulihan,” ungkap BNPB dalam keterangan resminya, pada 1 Januari 2026.
“Di antaranya memfokuskan pada hunian sementara (huntara) ataupun penyiapan dana tunggu hunian bagi warga yang rumahnya rusak berat,” tambahnya.
Penetapan fase transisi ini diketahui berdasarkan hasil kajian situasi lapangan yang dilakukan pemerintah daerah setempat.
Meskipun status transisi berlaku, pemerintah daerah tetap melakukan upaya penanganan darurat, seperti pelayanan dasar di pos pengungsian, perbaikan infrastruktur vital dan pendistribusian bantuan.
“Misalnya di Kabupaten Aceh Tenggara, pengungsi per (30/12) berjumlah lebih dari 1.600 jiwa sehingga pelayanan di pos pengungsian masih berlangsung,” tandas BNPB.***














