Pasca 2 Bulan Bencana: 6.000+ Hunian Sementara Dibangun, BNPB Ungkap Progress di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Kolaborasi Multi-Pihak Jadi Kunci Kecepatan Pembangunan

Progres Masif di Bener Meriah dan Aceh Timur, Swasta Berperan Penting
Deretan Huntara di Desa Simpang IV, Aceh Tamiang, hasil kolaborasi BNPB dan swasta. Ratusan unit telah selesai, memberikan tempat tinggal darurat yang layak bagi korban bencana.
banner 728x90

MEDIAPEWARTA.COM, Jakarta – Dua bulan pasca bencana melanda, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis laporan komprehensif mengenai progress pembangunan Hunian Sementara (Huntara) di tiga provinsi terdampak berat: Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar). Data per Sabtu (24/1) menunjukkan ribuan unit huntara telah berdiri, menandai fase transisi dari tanggap darurat menuju pemulihan yang lebih terstruktur.

Pembangunan dilakukan secara masif melalui skema pendanaan kolaboratif, melibatkan BNPB, Kementerian PUPR, pemerintah daerah, BUMN seperti Danantara, serta organisasi kemanusiaan termasuk Dompet Dhuafa dan Dedikasi Foundation. Pendekatan ini mempercepat distribusi bantuan dan memastikan keterlibatan multipihak.

ACEH: Fokus pada Skala Besar dan Penyebaran Merata
Provinsi Aceh mencatat kebutuhan huntara terbesar. Progress signifikan terlihat di beberapa kabupaten kunci:

· Bener Meriah & Aceh Timur: Menjadi episentrum pembangunan dengan target masing-masing mendekati 2.000 unit. Progress telah dimulai di banyak kecamatan, seperti Pintu Rime Gayo, Permata, Madat, dan Pante Bidari, meski percepatan masih diperlukan.
· Aceh Tamiang: Kombinasi huntara insitu (tersebar) dan terpusat menunjukkan fleksibilitas penanganan. Kontribusi swasta melalui Danantara (600 unit selesai di Simpang IV) menjadi contoh sinergi efektif.
· Lhokseumawe & Pidie Jaya: Pembangunan di daerah ini menunjukkan variasi model, dari yang dibiayai penuh BNPB hingga skema mandiri dengan tanah desa.

SUMATRA UTARA: Konsentrasi di Tapanuli
Pemulihan di Sumut berfokus pada Kabupaten Tapanuli Selatan dan Utara.

· Tapanuli Selatan: Pembangunan terpusat mencapai 683 unit, dengan kontribusi besar dari Danantara di Simarpinggan (186 unit selesai) dan Kementerian PUPR yang masih memproses 245 unit di Napa.
· Tapanuli Utara: Target 40 unit di Sibalanga ditargetkan rampung 100% akhir Januari 2026, menunjukkan skala yang lebih terkonsentrasi.

SUMATRA BARAT: Gotong Royong TNI dan Brimob Jadi Penggerak
Pembangunan di Sumbar ditandai dengan peran aktif TNI dan Brimob dalam eksekusi fisik.

· Agam: Menjadi wilayah dengan kebutuhan tertinggi (437 unit). Beberapa lokasi seperti SDN 05 Kayu Pasak telah selesai 117 unit.
· Tanah Datar & Padang Pariaman: Pembangunan puluhan unit banyak dibantu oleh TNI dan Brimob, seperti di Nagari Bungo Tanjung (23 unit selesai) dan Nagari Anduriang (34 unit selesai).
· Lima Puluh Kota & Pesisir Selatan: Progress stabil dengan pengerjaan oleh TNI dan Brimob, meski sejumlah unit masih dalam proses penyelesaian.

Tantangan dan Langkah Ke Depan
Meski ribuan unit telah terbangun, laporan BNPB mengindikasikan bahwa sebagian besar lokasi masih dalam progress pengerjaan. Keberadaan data rinci per kecamatan menjadi alat monitoring yang krusial untuk memastikan transparansi dan ketepatan sasaran. Tantangan ke depan adalah menyelesaikan seluruh unit yang masih dalam proses, memastikan kelayakan huni, dan mempersiapkan transisi dari huntara ke hunian tetap.

Pembangunan huntara ini bukan sekadar penyediaan atap, melainkan fondasi untuk memulihkan stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat terdampak, sebagai langkah konkret menuju kebangkitan pasca bencana.

banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!