Rumah Gus Yaqut di Rembang sepi usai ditahan KPK. Ketua RT: Selama Ramadan belum pernah pulang, hanya dijaga santri. Biasanya rutin pulang akhir Ramadan.

Rumah putih dengan pagar besi dan tanaman hias di depan, tampak sepi.
Rumah mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) di Jalan KH. Bisyri Mustofa, Kelurahan Leteh, Rembang, tampak sepi usai penahanan oleh KPK, Jumat (13/3/2026)

Rembang, Mediapewarta.com – Ramadan tahun ini terasa berbeda bagi warga sekitar rumah mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut di Kelurahan Leteh, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Rumah yang biasanya ramai dengan kegiatan keagamaan menjelang akhir Ramadan itu kini tampak sepi. Gus Yaqut resmi ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis (12/3/2026) petang atas dugaan tindak pidana korupsi terkait kuota haji tahun 2023-2024 .

Pantauan di lokasi pada Jumat (13/3/2026), rumah berwarna putih di Jalan KH. Bisyri Mustofa tersebut dalam kondisi tertutup rapat. Tidak ada aktivitas berarti, juga tidak ada penjagaan khusus dari pihak keluarga atau aparat keamanan. Beberapa warga yang melintas hanya sesekali melongok, namun tak ada yang berani mendekat .

Kesaksian Ketua RT

Ketua RT 04 RW 02 Kelurahan Leteh, Zaenal Abidin, mengungkapkan bahwa sejak ditetapkan sebagai tersangka hingga menjalani masa penahanan, Gus Yaqut sama sekali tidak pernah pulang ke Rembang. Padahal, pada tahun-tahun sebelumnya, ia hampir selalu pulang menjelang akhir Ramadan dan menggelar acara keagamaan di rumahnya.

“Selama ini setelah Gus Yaqut ditetapkan sebagai tersangka, sampai hari ini selama Ramadan beliaunya belum pernah singgah ke Rembang. Namun kemarin selama Ramadan ini ada acara doa bersama untuk kekuatan dan kebaikan Gus Yaqut,” ujar Zaenal .

Zaenal menambahkan bahwa rumah tersebut saat ini hanya ditinggali oleh beberapa orang santri yang bertugas menjaga. “Ini sepi, di rumah hanya ada penjaganya, itu anak pondok,” sambungnya .

Kenangan Ramadan Tahun Lalu

Zaenal mengenang bahwa pada tahun-tahun sebelumnya, suasana Ramadan di rumah Gus Yaqut sangat berbeda. Menjelang akhir Ramadan, rumah tersebut selalu ramai dikunjungi warga dan santri yang mengikuti berbagai kegiatan keagamaan, seperti pengajian dan buka puasa bersama.

“Sudah lama tidak ketemu Gus Yaqut, terakhir ya sebelum jadi tersangka KPK, ketemu di Rembang. Kalau tahun sebelumnya, setiap Ramadan Gus Yaqut selalu pulang ketika akhir Ramadan. Selalu ada acara di rumah Rembang,” ungkapnya .

Doa Bersama Warga

Meskipun tidak ada kepulangan, warga sekitar tetap menunjukkan solidaritas mereka. Beberapa waktu lalu, warga bersama para santri menggelar acara doa bersama untuk memohon kekuatan dan kebaikan bagi Gus Yaqut dalam menghadapi proses hukum yang sedang berjalan.

“Doa bersama itu sebagai bentuk ikhtiar spiritual warga dan para santri yang merasa kehilangan sosok Gus Yaqut yang selama ini dekat dengan masyarakat,” jelas Zaenal .

Proses Hukum di KPK

Gus Yaqut resmi ditahan KPK setelah sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengaturan kuota haji tahun 2023-2024. Ia diduga terlibat dalam praktik suap dan penyalahgunaan wewenang yang merugikan keuangan negara. Penahanan dilakukan setelah penyidik melakukan pemeriksaan intensif dan mengantongi bukti yang cukup .

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari keluarga atau kuasa hukum Gus Yaqut terkait kondisi rumah di Rembang maupun perkembangan kasus yang menjeratnya. Masyarakat hanya bisa menanti proses hukum berjalan sambil terus mendoakan yang terbaik.

Baca juga;

Dony Ahmad Munir Resmi Gabung Gerindra di Sumedang, Massa Bergemuruh Dukung Prabowo Dua Periode

 

error: Content is protected !!
Exit mobile version