Merawat Hutan, Menuai Kopi: Cerita dari Lereng Dieng tentang Edukasi, Agroforestri, dan Gotong Royong Tiga Pilar

Program penanaman kopi di Petak 8-1 seluas 38,8 hektare jadi model pengelolaan hutan lindung berbasis desa; edukasi dan pendampingan teknis jadi kunci keberlanjutan.

🤝 LMDH: UJUNG TOMBAK DI LAPANGAN LMDH Sisinga menjadi ujung tombak. Ketua Giyanto tegas: "Kami bertanggung jawab penuh terhadap koordinasi perawatan bibit, pengamanan lokasi, serta pemantauan pertumbuhan tanaman." Mereka buktikan masyarakat desa mampu jadi mitra sejajar Perhutani.

WONOSOBO, Mediapewarta.com – Di ketinggian lereng Dieng Plateau, tepatnya di Petak 8-1 kawasan hutan lindung Desa Sikunang, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, sebuah gerakan kolaboratif tengah berakar.

Bukan sekadar program tanam-menanam biasa, kegiatan penanaman bibit kopi di lahan seluas 38,80 hektare ini menjadi simbol nyata bahwa pengelolaan hutan lindung dapat berjalan selaras dengan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Yang membedakan program ini dari kegiatan serupa di tempat lain adalah posisi desa yang tidak lagi menjadi objek kebijakan, melainkan subjek utama. Pemerintah Desa Sikunang, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Sisinga, dan Perhutani BKPH Wonosobo duduk sejajar, bahu-membahu merancang masa depan hutan yang lebih lestari dan masyarakat yang lebih sejahtera.

Slide 1:
🌱 DARI LERENG DIENG, SEBUAH KOLABORASI MENGHASILKAN HARAPAN 🌱
Bukan sekadar tanam kopi. Di Petak 8-1 hutan lindung Sikunang, Wonosobo, tiga pilar bersatu: Pemerintah Desa Sikunang, LMDH Sisinga, dan BKPH Wonosobo. Simak ceritanya! 👇

Desa sebagai Pelaku Utama: Bukan Sekadar Penerima Program

Kepala Desa Sikunang, Nur Amin, dengan tegas menyatakan filosofi yang melandasi keterlibatan aktif desanya dalam program ini. Menurutnya, program penanaman kopi di wilayah kelola desa merupakan langkah strategis untuk memperkuat peran masyarakat sebagai pelaku utama pengelolaan kawasan penyangga lingkungan.

“Kami ingin masyarakat menjadi pelaku utama dalam pengelolaan kawasan penyangga lingkungan. Kopi ini diharapkan menjadi sumber ekonomi yang tetap selaras dengan kelestarian hutan,” ujar Nur Amin kepada Mediapewarta.com di sela-sela kegiatan, Sabtu (14/2/2026) .

Pernyataan ini menjadi fondasi penting, bahwa pembangunan tidak boleh meminggirkan masyarakat. Sebaliknya, masyarakat harus menjadi pusat dari setiap agenda pembangunan, termasuk dalam pengelolaan kawasan konservasi yang selama ini kerap diposisikan sebagai “wilayah terlarang” bagi warga sekitar.

LMDH Sisinga: Ujung Tombak yang Bertanggung Jawab Penuh

Di tingkat tapak, peran LMDH Sisinga menjadi krusial. Lembaga yang mewadahi masyarakat desa hutan ini menjadi ujung tombak pelaksanaan dan pemeliharaan tanaman di lapangan. Ketua LMDH Sisinga, Giyanto, menegaskan bahwa organisasinya berkomitmen penuh untuk memastikan program berjalan sukses sejak awal hingga masa panen nanti.

“Kami bertanggung jawab penuh terhadap koordinasi perawatan bibit, pengamanan lokasi, serta pemantauan pertumbuhan tanaman sejak persiapan lahan hingga masa pemeliharaan berkelanjutan,” kata Giyanto dengan penuh keyakinan .

Dalam praktiknya, anggota LMDH terlibat aktif sejak persiapan lahan, pembuatan lubang tanam, pemasangan patok titik tanam, hingga penanaman. Mereka juga akan terus memantau pertumbuhan kopi dalam beberapa bulan ke depan, memastikan tidak ada gangguan dari hewan liar atau faktor alam lainnya. Keberadaan LMDH memastikan bahwa program ini memiliki “tuan rumah” yang jelas di tingkat masyarakat.

BKPH Wonosobo: Pendamping Teknis yang Menjamin Fungsi Lindung

Dari sisi pengelola kawasan, Perum Perhutani BKPH Wonosobo tidak sekadar memberi izin. Mereka turun langsung memberikan pendampingan teknis lapangan yang ketat melalui Yossy Elfirani selaku Asper/KBKPH dan Heri Susanto selaku KRPH wilayah Dieng. Kehadiran mereka memastikan bahwa kegiatan penanaman tidak mengganggu fungsi utama hutan lindung.

Yossy Elfirani menegaskan bahwa pola tanam kopi di Petak 8-1 mengedepankan prinsip perlindungan kawasan. Pendekatan agroforestri dipilih sebagai metode yang paling sesuai, di mana tanaman kopi ditanam di sela-sela pepohonan besar tanpa membuka tutupan lahan secara masif.

“Kami pastikan jarak tanam, jenis bibit, serta metode penanaman kompatibel dengan kondisi iklim setempat dan tidak merusak tutupan lahan. Prinsip agroforestri jadi pegangan utama,” ujar Yossy .

Hal senada disampaikan Heri Susanto, yang setiap hari berinteraksi langsung dengan warga di lapangan. Ia memastikan aspek teknis seperti jarak tanam, jenis bibit, serta tata cara penanaman sesuai dengan standar yang ditetapkan.

“Kami mengatur jarak tanam, jenis bibit, serta tata cara penanaman agar tidak mengganggu fungsi lindung. Masyarakat kami dampingi langsung di lapangan,” kata Heri .

Edukasi: Fondasi Keberlanjutan yang Tak Bisa Ditawar

Salah satu aspek yang paling menonjol dalam kegiatan ini adalah penekanan pada edukasi. Sebelum turun ke lapangan, seluruh peserta mengikuti sosialisasi dan pengarahan teknis di Aula Desa Sikunang. Materi yang disampaikan tidak hanya tentang cara menanam kopi, tetapi juga filosofi pengelolaan hutan lindung, pentingnya menjaga tutupan lahan, serta dampak jangka panjang dari praktik agroforestri.

Setelah sesi teori, warga diajak langsung ke lapangan untuk praktik. Mulai dari menentukan jarak tanam, membuat lubang yang benar, memasang patok, hingga cara menanam bibit agar tidak merusak akar. Pendekatan “belajar sambil bekerja” atau “tangan di tangan” ini memastikan pengetahuan tidak hanya berhenti di kepala, tetapi juga terampil di tangan.

Perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Wonosobo, Kristanto, menilai bahwa aspek edukasi inilah yang membedakan program ini dengan program tanam pohon pada umumnya.

“Keterlibatan aktif desa, LMDH, dan Perhutani menjadi kunci agar rehabilitasi kawasan tidak berhenti di tahap tanam, tetapi berlanjut hingga pemeliharaan. Edukasi yang diberikan memastikan masyarakat memahami betul apa yang mereka lakukan dan mengapa mereka melakukannya,” ujar Kristanto .

Sementara itu, perwakilan Cabang Dinas Kehutanan Wilayah VII, Sardi, menambahkan bahwa penguatan kapasitas kelembagaan masyarakat merupakan kunci keberlanjutan program. Ia berharap LMDH dan pemerintah desa semakin kuat kapasitasnya dalam pengelolaan lapangan, dengan tetap berada dalam koridor fungsi hutan lindung.

“Kami mendorong agar LMDH dan pemerintah desa semakin kuat kapasitasnya, karena merekalah yang akan meneruskan program ini setelah pendampingan dari kami berakhir,” kata Sardi .

Agroforestri: Solusi Cerdas untuk Konservasi dan Ekonomi

Pendekatan agroforestri yang diusung dalam program ini menjadi solusi cerdas atas dikotomi antara konservasi dan ekonomi. Selama ini, masyarakat sering diposisikan sebagai ancaman bagi kawasan konservasi. Namun dengan agroforestri, masyarakat justru menjadi mitra strategis dalam menjaga hutan.

Tanaman kopi yang dipilih bukan varietas sembarangan. Jenis kopi yang ditanam merupakan varietas yang cocok dengan iklim Dieng dan tidak membutuhkan pembukaan lahan secara masif. Kopi ditanam di sela-sela pepohonan besar yang sudah ada, sehingga struktur hutan tetap terjaga.

Hasil panen kopi nantinya akan dinikmati oleh warga yang tergabung dalam LMDH. Dengan demikian, ada insentif ekonomi langsung bagi mereka yang menjaga hutan. Model ini diharapkan dapat memutus rantai kemiskinan yang sering memaksa warga merambah kawasan hutan untuk mencari nafkah.

Harapan ke Depan: Model Pengelolaan Hutan Lindung Berbasis Desa

Melalui kegiatan ini, Desa Sikunang bersama LMDH Sisinga dan BKPH Wonosobo menargetkan terbentuknya model pengelolaan hutan lindung berbasis desa yang terintegrasi. Model ini tidak hanya fokus pada perlindungan kawasan, tetapi juga penguatan peran masyarakat dan peningkatan kesejahteraan secara berkelanjutan.

Keberhasilan program ini akan menjadi contoh bagi desa-desa lain di kawasan Dieng, bahkan di seluruh Indonesia, bahwa hutan lindung tidak harus menjadi “wilayah terlarang” bagi masyarakat. Sebaliknya, dengan pendekatan yang tepat—kolaborasi yang setara, pendampingan teknis yang memadai, dan edukasi yang berkelanjutan—hutan lindung bisa menjadi berkah bagi masyarakat sekitarnya.

🤝 LMDH: UJUNG TOMBAK DI LAPANGAN
LMDH Sisinga menjadi ujung tombak. Ketua Giyanto tegas: “Kami bertanggung jawab penuh terhadap koordinasi perawatan bibit, pengamanan lokasi, serta pemantauan pertumbuhan tanaman.”
Mereka buktikan masyarakat desa mampu jadi mitra sejajar Perhutani.
🤝 LMDH: UJUNG TOMBAK DI LAPANGAN LMDH Sisinga menjadi ujung tombak. Ketua Giyanto tegas: “Kami bertanggung jawab penuh terhadap koordinasi perawatan bibit, pengamanan lokasi, serta pemantauan pertumbuhan tanaman.” Mereka buktikan masyarakat desa mampu jadi mitra sejajar Perhutani.

Rangkaian kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan ini menjadi bukti bahwa ketika desa, LMDH, dan Perhutani bersatu, tidak ada mimpi yang terlalu besar untuk diwujudkan. Dari lereng Dieng, secercah harapan baru tumbuh—bahwa kelestarian alam dan kesejahteraan warga bisa berjalan beriringan.

Baca juga;

Gratis! 200 Becak Listrik Prabowo Tiba di Sidoarjo, Para Tukang Becak Panjatkan Doa untuk Presiden

Tonton Liputannya;

https://vt.tiktok.com/ZSmMc6pVw/

https://sck.io/p/83P5Zj6U

https://www.threads.com/@siaptelevisiindonesia/post/DUvvAcIAbaJ?xmt=AQF0YyL8T_eILkF31XpprQFwkM_ynEeQ4tMpRyM0fj03-rq9U8erZ2yHpfyspKfFYlT5S1Bb&source_surface=35&slof=1

https://www.instagram.com/reel/DUvrpdlExXO/?igsh=MXV5Z2tua255anAzcw==

https://x.com/i/status/2022718327257510151

https://www.linkedin.com/posts/siap-tv-bb2a21277_bukan-sekadar-tanam-kopi-desa-sikunang-ugcPost-7428483623818801152-Jxst?utm_source=social_share_send&utm_medium=android_app&rcm=ACoAAEOa13YBC4e7Y85lUY7q-me8GVEdFKPuRoo&utm_campaign=whatsapp

https://www.facebook.com/share/r/1JJguwkX2h/

https://www.facebook.com/share/r/1JJguwkX2h/https://pin.it/7hffpWSP0https://www.facebook.com/share/r/18A3umXZtX/

https://pin.it/7hffpWSP0

Kami mengajak Anda untuk bergabung di WhatsApp Channel Siaptv.com. Melalui Channel Whatsapp, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita terbaru yang menarik. Mulai dari Saluran Tiktok, IG, Snackvideo, LinkedIn, Facebook, Tumblr, Pinterest, Twitter hingga Youtube dan sebagainya terupdate dari Siaptv. Untuk dapat menontonnya, silakan klik di bawah ini:  https://whatsapp.com/channel/0029Vb0pgwb4NVicrJqzyG13

error: Content is protected !!
Exit mobile version